Gemar Baca Buku

16 09 2017

Baca entri selengkapnya »

Iklan




HASIL UJIAN NASIONAL SD 2012

10 08 2012

No     Kategori                  B.Indo             MTK              IPA
1     Nilai Tertinggi               9.40              9.75              9.75
2     Nilai terendah               6.60              5.5                 6.75
3      Rata-rata                       8.29             8.64                8.36

Selamat atas kelulusan angkatan AQAL XI , Nilai tertinggi diraih oleh NISRINA SALSABILA 28,20.
Bapak/Ibu guru doakan semoga AQAL XI sukses selalu 🙂





Ada 3 jenis guru, Anda termasuk yang mana ? (oleh munif chatib)

16 05 2012

Dalam minggu ini penulis banyak menerima undangan berbicara dalam acara halal bihalal beberapa sekolah. Hampir kebanyakan yang hadir adalah semua pengurus yayasan, kepala sekolah dewan guru dan semua karyawan yang bekerja di sekolah tersebut. Seorang kawan yang kebetulan menjadi direktur di sebuah sekolah membisikkan sesuatu yang penting sebelum saya naik panggung.

Baca entri selengkapnya »





TRYOUT 2012

16 03 2012

 

alhamdulillah TRYOUT 1 (13-15 febuari 2012)

SDIT ALQALAM mendapat peringkat ke 6 di kecamatan pancoranmas (baik sekolah negeri dan swasta)

Alhamdulillah TRYOUT 2 (27-29 Febuari 2012)

SDIT ALQALAM mendapat peringkat ke 5 di kecamatan pancoranmas (baik negeri dan swasta)





KREATIVITAS GURU SDIT ALQALAM

6 01 2012

“Semoga cemilan creative ini dapat bermanfaat bagi saudara/I ku yang selalu menjadi inspirasiku dan penyemangat hidupku. Amin”
oleh : Titik Perwitosari

Dibawah ini adalah beberapa GUBAHAN lagu untuk menjadi alternative dalam media pelajaran.

Kompetensi dasar : Mengelompokan bangun datar
Baca entri selengkapnya »





Jagoan Muda Bersaing Tiket Olimpiade Posted on May 18, 2011 by admin -MathQ

23 05 2011

Lomba kompetisi matematika tingkat sekolah dasar se Kota Depok kembali digelar. Bertempat di aula Balaikota Depok, sebanyak 350 peserta menguji kemampuan berhitungnya. Nantinya para pemenang akan mewakili Depok di ajang olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional.

“Kompetisi yang diperlombakan kali ini lebih menekankan kepada matematikan nalar realistik. Pertanyaannya berupa peristiwa sehari-hari yang biasa dialami anak-anak dan jawabannya menggunakan logika. Jenis pertanyaan-pertanyaan ini adalah yang digunakan pada olimpiade matematika. Melalui lomba ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak materi pelajaran matematika tersebut,” kata Siti Surahmi, Ketua Panitia, Minggu (27/3).
Siti yang juga menjabat Ketua Math Q se Kota Depok memaparkan terdapat 75 sekolah dasar terdiri atas kelas 3 hingga 5 SD dengan jumlah peserta sebanyak 350 anak. “Sebelumnya, kami telah mengirimkan undangan kepada pihak sekolah melalui Dinas Pendidikan Kota Depok. Sekolah akan memilih murid yang dianggap memiliki kemampuan khususnya di mata pelajaran matematika. Masing-masing sekolah hanya dapat mengirim enam anak,” jelas Siti.
Kompetisi terbagi menjadi dua babak. Babak pertama atau penyisihan soal berupa pertanyaan dengan jawaban isian singkat. “Dari 350 peserta itu, akan disaring menjadi 66 finalis. Mereka yang terpilih diharuskan menjawab pertanyaan dengan jawaban uraian. Untuk kelas 3 dan 4 SD mengerjakan 5 soal, sedangkan 8 soal untuk kelas 5 SD. Dari finalis-finalis tersebut, tiap-tiap kelas akan dipilih juara 1 hingga 3,” ungkapnya.
“Kami bekerjasama dengan Klinik Pendidikan Matematika dan IPA (KPM). Mereka yang menyediakan soal. Mereka memang sudah terbiasa membuat soal-soal kompetisi matematika khususnya olimpiade matematika. Sudah banyak anak-anak didiknya mewakili Indonesia mengikuti ajang skala internasional. Alhamdulillah, siswa-siswa Depok pun beberapa ada pula yang berkompetisi matematika di luar negeri seperti Negara Singapore, Thailand dan Filipina,” papar Siti.
Siti bersama teman-teman Math Q juga memberikan seminar pendidikan bagi pengajar matematika. “Kami juga adakan pembinaan kepada para guru matematika. Seminar pengajaran kepada guru tersebut berupa metode pembelajaran matematika yang kreatif. Seperti yang diketahui pelajaran matematika dianggap materi yang sulit. Namun di sini kami memberikan pemahaman kepada guru bahwa pelajaran matematika harus disampaikan secara menarik, fun, dan ringan. Sehingga, anak-anak dapat menerima dengan mudah,” tandasnya.
Juara kompetisi matematika masing-masing tergantung kelasnya. Untuk kelas 3 SD diraih pelajar SDIT Umul Quro, yang bernama Yaseen Fajrie Yudha, juara 2 diraih M Ardhi dari SDIT Al Fikri, juara tiga diraih Seranisiana dari SDN Beji 5.
Sedangkan untuk kelas 4 diraih M Irfan dari SDIT Al Qalam, juara 2 diraih Yuka Michellia, juara 3 diraih Irvan Urane Azis dari SDIF Al Fikri dan juara 1 untuk kelas 5 diraih M. Alief.

Jurnal Depok, Senin (28/3).





5 kelemahan GURU dalam Mengajar

13 02 2011

5 KELEMAHAN GURU DALAM MENGAJAR

Tulisan ini bermaksud untuk mengingatkan kita semua agar terhindar dari kelemahan ini, antara lain :
1. Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir. Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.
2. Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa. Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah saja.

Baca entri selengkapnya »