SDIT Al Qalam Mengikuti Workshop Persuasive Teaching

4 02 2008

resize-of-100_6537.jpgresize-of-100_6490.jpgresize-of-100_6488.jpg 

from: http://www.rbi-online.org/ 

Harpitnas (Hari Kejepit Nasional – red) bukanlah menjadi kendala bagi para Guru SDIT Al-Qalam untuk mengikuti seminar dan workshop Persuasive Teaching yang diadakan pada tanggal 12 Januari 2008 lalu. Tidak tanggung-tangung, SDIT Al Qalam mengirimkan 25 guru, termasuk kepala sekolah dan wakilnya, dan menjadi sekolah yang paling banyak mengirimkan pesertanya.

Acara yang diselenggarakan berkat kerjasama Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rumah Belajar Indonesia (LPP-SDM RBI) dan Prima Study ini ternyata mendapat antusias yang cukup besar. Antusiasme yang besar tersebut dapat dilihat selain dari beragamnya kalangan yang hadir (dimulai dari pendidik yang meliputi kepala sekolah hingga guru, lembaga bimbingan belajar maupun pemerhati pendidikan seperti orang tua) juga dari kuantitas peserta yang mencapai lebih dari 120 peserta.

Dalam Workshop tersebut, tema yang di usung oleh Bpk. Yovan P. Putra, CHt selaku fasilitator adalah Persuasive Teaching : The Power of Hypnotic Persuasion. Tema mengenai hypnosis ini rupanya diakui oleh sebagian besar peserta menjadi daya tarik tersendiri dalam acara ini.

Visi diadakan workshop ini adalah untuk meng-influence-kan the influencer, maksudnya untuk menularkan kepada guru bagaimana cara mengoptimalkan proses belajar dengan menggunakan seluruh potensi pikiran yang ada, agar guru dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk lebih bergairah dalam belajar, karena kunci dari belajar adalah bukan seberapa pintarnya siswa tapi apakah siswa bergairah atau tidak. Dari visi ini diharapkan dengan mencerahkan 10 guru paling tidak dapat mencerahkan 100 bahkan 1000 siswa.

Acara yang awalnya akan dimulai pada pukul 09.00 wib oleh penyelenggara dimajukan setengah jam, dikarenakan sejak pukul 08.00 wib peserta sudah memenuhi ruang Mutiara 2 & 3 Hotel Maharani Jakarta. Pada sesi awal, fasilitator mengupas seputar fungsi dan kerja otak serta membahas bagaimana cara untuk memaksimalkan seluruh potensi otak yang ada, sehingga dapat menyimpan memori hingga tak terbatas. Menurut fasilitator, selama ini orang hanya menggunakan 10 % dari seluruh potensi pikiran yang ada (disebut sebagai pikiran sadar atau conscious mind), padahal ternyata masih ada 90% lagi potensi pikiran lainnya yang dapat dipergunakan secara maksimal (non-conscious mind), Nah bagaimana kita dapat menggunakan seluruh potensi tersebut?

Menjelang siang, sesi tanya jawab semakin semarak, karena fasilitator selalu memberikan jawaban langsung dari setiap pertanyaan yang diberikan. Metode penyampaian materi dari fasilitator sempat dikritik oleh salah seorang peserta yang hadir. Peserta tersebut menilai bahwa materi yang disampaikan kurang terstruktur, cenderung teoritis dan tidak aplikatif, sehingga peserta tidak mendapatkan apa yang dimaksud dalam judul materi yang di usung oleh fasilitator.

Namun, dengan gaya bak enterpreuner, yang diselingi dengan joke-joke, fasilitator dapat menjawab kritikan tersebut dengan santai, sehingga suasana kembali mencair. Siang harinya, materi yang disampaikan fasilitator lebih menekankan pada Total Mind Learning yaitu meliputi cara mengelola konsentrasi, imajinasi, representasi mental, memory power, effective reading, creatifity, emotion, dan dreams.

Menjelang sore, fasilitator lebih menampilkan testimonial dari orang-orang (murid-red) yang pernah mendapat bimbingan dari fasilitator (Mbak Detta dan Mbak Isma), antara lain mengenai meningkatnya kemampuan daya ingat seseorang. Dalam hal ini fasilitator meminta kepada 40 peserta yang hadir untuk menyebutkan satu kata untuk diingat oleh mbak Detta dan mbak Isma. Setelah ke-40 peserta selesai menyebutkan kata-kata tersebut, secara acak fasilitator meminta para peserta untuk menyebutkan angka-angka yang mewakili kata-kata bersangkutan. Seru juga!! Lalu ada pula seorang anak autis berumur 9 tahun yang diminta untuk menyebutkan hari dari tanggal-bulan-tahun (kapanpun itu) yang disebutkan oleh peserta. Ternyata anak tersebut mampu menyebutnya dengan cepat (kurang dari 10 detik !!) .

Diluar ruangan, fasilitator sempat di wawancara oleh 3 radio swasta yaitu Elshinta Radio, RRI Pro-2FM dan Trijaya FM, dalam wawancara tersebut ada pertanyaan dari wartawan yang menarik untuk disimak, salah satu wartawan menanyakan :”Apakah visi dari fasilitator tentang materi yang diberikan hari ini?”. “Yang saya visikan adalah Bagaimana guru tidak lagi menyiapkan siswa masa depan dengan pengetahuan masa lalu, tapi bagaimana guru menyiapkan siswa masa depan dengan pengetahuan masa depan”, jawab Yovan singkat. Acara tersebut selesai sekitar pukul 16.00 wib, semua peserta mendapakan CD materi yang disampaikan fasilitator dan juga sertifikat dari penyelenggara.


Aksi

Information

One response

27 04 2008
Tuti JR

Syukur Alhamdulillah, keluarga besar SDIT Al Qalam berkesempatan mendapatkan ilmu dari pak Yovan. Saya kenal dan memahami visi-misi beliau yang luar biasa. Beliau sangat komitmen untuk mensukseskan visi-misinya itu. Saya yakin… walaupun hanya ada satu orang saja pak Yovan, pak Yovan pasti mampu menjadi penerangan dalam keredupan dunia pendidikan. Hayo kita dukung pak Yovan… dan tetap semangat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: