HASIL UJIAN NASIONAL SD 2012

10 08 2012

No     Kategori                  B.Indo             MTK              IPA
1     Nilai Tertinggi               9.40              9.75              9.75
2     Nilai terendah               6.60              5.5                 6.75
3      Rata-rata                       8.29             8.64                8.36

Selamat atas kelulusan angkatan AQAL XI , Nilai tertinggi diraih oleh NISRINA SALSABILA 28,20.
Bapak/Ibu guru doakan semoga AQAL XI sukses selalu :-)





Ada 3 jenis guru, Anda termasuk yang mana ? (oleh munif chatib)

16 05 2012

Dalam minggu ini penulis banyak menerima undangan berbicara dalam acara halal bihalal beberapa sekolah. Hampir kebanyakan yang hadir adalah semua pengurus yayasan, kepala sekolah dewan guru dan semua karyawan yang bekerja di sekolah tersebut. Seorang kawan yang kebetulan menjadi direktur di sebuah sekolah membisikkan sesuatu yang penting sebelum saya naik panggung.

“Pak Munif tolong beri motivasi dan semangat para guru ya agar mereka lebih baik lagi dalam bekerja”.
Memang sekolah sebagai institusi yang didalamnya wajib membutuhkan sentuhan manajemen sumber daya manusia, sebagai maqom manajemen yang tertinggi, guru adalah komponen yang maha penting.

Bahkan kualitas pendidikan bangsa ini banyak ditentukan oleh kualitas para gurunya. Guru adalah ‘bos in the class’. Guru adalah orang yang bertatap muka langsung dengan peserta didik. Artinya roda komunitas yang bernama sekolah sangat diwarnai oleh kinerja para gurunya.
Pentingnya peranan dan kualitas seorang guru berdampingan dengan banyaknya problematika yang dihadapi oleh para guru. Hal yang mendasar pada problem tersebut adalah ‘KEMAUAN’ untuk maju. Apabila kita percaya tidak ada siswa yang bodoh dengan multiple intelligences-nya masing-masing, maka kita juga harus percaya bahwa ‘tidak ada guru yang tidak becus mengajar’. Hanya saja kenyataan yang terjadi adalah keengganan guru untuk terus belajar dan bekerja dengan baik disebabkan oleh tidak adanya ‘KEMAUAN’ untuk belajar dan maju.

Saya sangat setuju dengan pernyataan seorang teman yang memimpin sebuah sekolah yang berkualitas. “Pak Munif tidak semua guru lho mau diberikan pelatihan. Jika seperti itu maka sebagus apapun materi dan kemasan dalam pelatihan itu, biasanya guru tidak akan berhasil mengambil manfaat dari pelatihan itu. Oleh sebab itu, saya merancang sebuah sesi pendaftaran kepada guru-guru saya yang ‘MAU’ ikut pelatihan dengan batasan waktu. Dari situ saja saya sudah tahu, mana guru yang ‘tertarik’ dan ‘tidak tertarik’.

Dua tahun yang lalu pemerintah memulai melaksanakan program sertifikasi guru. Program ini sebenarnya diawali dari sebuah hipotesa, bahwa guru yang professional dan berkualitas akan terwujud apabila kesejahteraannya mencukupi. Sebaliknya jangan harap seorang guru akan professional, jika kesejahteraannya tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari.
Beberapa bulan yang lalu, ternyata hipotesa itu terjawab. Dari data statistik yang dianalisa oleh teman-teman asesor menyebutkan bahwa para guru penerima tunjangan profesi yang cukup besar, ternyata belum menunjukkan kemajuan kualitas dalam proses mengajarnya. Mereka tidak berubah, mengajar biasa-biasa saja. Meskipun mereka sudah menerima tunjangan profesi sebagaimana yang diharapkan pemerintah untuk menjadi guru yang professional dengan berbagai kriteria yang sudah ditentukan dalam proses sertifikasi guru.
Jadi menurut penulis ada hipotesa baru, yaitu ‘besarnya penghasilan guru belum tentu menjadi penyebab berkembangnya kualitas guru dalam bekerja’.
Dilihat dari faktor ‘KEMAUAN’ untuk maju, maka ada 3 jenis guru.

Pertama, ‘GURU ROBOT’, yaitu guru yang bekerja persis seperti robot. Mereka hanya masuk, mengajar, lalu pulang. Mereka yang peduli kepada beban materi yang harus disampaikan kepada siswa. Mereka tidak mempunyai kepedulian terhadap kesulitan siswa dalam menerima materi. Apalagi kepedulian terhadap masalah sesame guru dan sekolah pada umumnya. Mereka tidak peduli dan mirip robot yang selalu menjalankan peritnah berdasarkan apa saja yang sudah di programkan. Guru jenis ini banyak sekali menggunakan ungkapan seperti ini.
“Wah …itu bukan masalahku…itu masalah kamu. Jadi selesaikan sendiri ….” Atau
“Maaf aku tidak dapat membantu … sebab hal ini bukan tugas saya…”.

Kedua, ‘GURU MATERIALIS’, yaitu guru yang selalu melakukan hitung-hitungan, mirip dengan aktivitas bisnis jual beli atau yang lainnya. Parahnya yang dijadikan patokannya adalah ‘HAK’ yang mereka terima. Barulah ‘KEWAJIBAN’ mereka akan dilaksanakan sebesar tergantung dari HAK yang mereka terima. Guru ini pada awalnya merasa professional, namun akhirnya akan terjebak dalam ‘KESOMBONGAN’ dalam bekerja. Sehingga tidak terlihat ‘benefiditasnya’ dalam bekerja. Ungkapan-ungkapan yang banyak kita dengan dari guru jenis ini antara lain:
“Cuma digaji sekian saja … kok mengharapkan saya total dalam mengajar… jangan harap ya …”.
“Percuma mau kreatif, orang penghasilan yang diberikan kepada saya hanya cukup untuk biaya transport…”.
“Kalau mengharapkan saya bekerja baik, ya turuti dong permintaan gaji saya sebesar …..”.
Dan seterusnya …

Ketiga, ‘GURUNYA MANUSIA’, yaitu guru yang mempunyai keikhlasan dalam hal mengajar dan belajar. Guru yang mempunyai keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswanya berhasil memahami materi-materi yang diajarkan. Guru yang ikhlas untuk introspeksi apabila ada siswanya yang tidak bisa memahami materi ajar. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar. Sebab mereka sadar, profesi guru adalah makhluk yang tidak boleh berhenti untuk belajar. Guru yang keinginannya kuat dan serius ketika mengikuti pelatihan dan mengembangan.

GURUNYA MANUSIA , juga manusia yang membutuhkan ‘penghasilan’ untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bedanya dengan GURU MATERIALIS, GURUNYA MANUSIA menempatkan penghasilan sebagai AKIBAT yang akan didapat dengan menjalankan kewajibannya. Yaitu Keikhlasan mengajar dan belajar.

Sudah banyak contoh yang mana rizki seorang guru tiba-tiba diguyur oleh Allah SWT dari pintu yang tidak terduga, atau dari akibat guru tersebut terus menerus belajar.
Ada teman guru yang mendapatkan kesempatan ‘belajar’ di luar negeri sebab mempunyai prestasi dalam membuat lessonplan. Ada teman guru mendapatkan rizki sebab dengan tekun menulis buku ajar untuk siswa di sekolah tempat dia bekerja. Ada teman guru yang menulis kisah-kisah yang unik yang dialami di kelas pada saat dia belajar. Ada teman guru yang sekarang menjadi ‘bintang’ banyak sekali dibutuhkan pemikiran-pemikirannya untuk banyak guru di Indonesia, dan lain-lain.
Walhasil, Allah tidak maha mendengar. Maha melihat dan maha mengetahui apa yang dinginkan oleh hambanya yang bertawakkal.
Sekarang … tundukkan wajah sejenak. Ambil nafas … lakukan instropeksi. Anda termasuk guru jenis yang mana? Bagaimanapun anda. Sekarang anda sudah tahu harus bagaimana menjadi seorang guru yagn professional.

Dikutip dari: http://munifchatib.wordpress.com





TRYOUT 2012

16 03 2012

 

alhamdulillah TRYOUT 1 (13-15 febuari 2012)

SDIT ALQALAM mendapat peringkat ke 6 di kecamatan pancoranmas (baik sekolah negeri dan swasta)

Alhamdulillah TRYOUT 2 (27-29 Febuari 2012)

SDIT ALQALAM mendapat peringkat ke 5 di kecamatan pancoranmas (baik negeri dan swasta)





KREATIVITAS GURU SDIT ALQALAM

6 01 2012

“Semoga cemilan creative ini dapat bermanfaat bagi saudara/I ku yang selalu menjadi inspirasiku dan penyemangat hidupku. Amin”
oleh : Titik Perwitosari

Dibawah ini adalah beberapa GUBAHAN lagu untuk menjadi alternative dalam media pelajaran.

Kompetensi dasar : Mengelompokan bangun datar
Baca entri selengkapnya »





Jagoan Muda Bersaing Tiket Olimpiade Posted on May 18, 2011 by admin -MathQ

23 05 2011

Lomba kompetisi matematika tingkat sekolah dasar se Kota Depok kembali digelar. Bertempat di aula Balaikota Depok, sebanyak 350 peserta menguji kemampuan berhitungnya. Nantinya para pemenang akan mewakili Depok di ajang olimpiade matematika tingkat nasional hingga internasional.

“Kompetisi yang diperlombakan kali ini lebih menekankan kepada matematikan nalar realistik. Pertanyaannya berupa peristiwa sehari-hari yang biasa dialami anak-anak dan jawabannya menggunakan logika. Jenis pertanyaan-pertanyaan ini adalah yang digunakan pada olimpiade matematika. Melalui lomba ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak materi pelajaran matematika tersebut,” kata Siti Surahmi, Ketua Panitia, Minggu (27/3).
Siti yang juga menjabat Ketua Math Q se Kota Depok memaparkan terdapat 75 sekolah dasar terdiri atas kelas 3 hingga 5 SD dengan jumlah peserta sebanyak 350 anak. “Sebelumnya, kami telah mengirimkan undangan kepada pihak sekolah melalui Dinas Pendidikan Kota Depok. Sekolah akan memilih murid yang dianggap memiliki kemampuan khususnya di mata pelajaran matematika. Masing-masing sekolah hanya dapat mengirim enam anak,” jelas Siti.
Kompetisi terbagi menjadi dua babak. Babak pertama atau penyisihan soal berupa pertanyaan dengan jawaban isian singkat. “Dari 350 peserta itu, akan disaring menjadi 66 finalis. Mereka yang terpilih diharuskan menjawab pertanyaan dengan jawaban uraian. Untuk kelas 3 dan 4 SD mengerjakan 5 soal, sedangkan 8 soal untuk kelas 5 SD. Dari finalis-finalis tersebut, tiap-tiap kelas akan dipilih juara 1 hingga 3,” ungkapnya.
“Kami bekerjasama dengan Klinik Pendidikan Matematika dan IPA (KPM). Mereka yang menyediakan soal. Mereka memang sudah terbiasa membuat soal-soal kompetisi matematika khususnya olimpiade matematika. Sudah banyak anak-anak didiknya mewakili Indonesia mengikuti ajang skala internasional. Alhamdulillah, siswa-siswa Depok pun beberapa ada pula yang berkompetisi matematika di luar negeri seperti Negara Singapore, Thailand dan Filipina,” papar Siti.
Siti bersama teman-teman Math Q juga memberikan seminar pendidikan bagi pengajar matematika. “Kami juga adakan pembinaan kepada para guru matematika. Seminar pengajaran kepada guru tersebut berupa metode pembelajaran matematika yang kreatif. Seperti yang diketahui pelajaran matematika dianggap materi yang sulit. Namun di sini kami memberikan pemahaman kepada guru bahwa pelajaran matematika harus disampaikan secara menarik, fun, dan ringan. Sehingga, anak-anak dapat menerima dengan mudah,” tandasnya.
Juara kompetisi matematika masing-masing tergantung kelasnya. Untuk kelas 3 SD diraih pelajar SDIT Umul Quro, yang bernama Yaseen Fajrie Yudha, juara 2 diraih M Ardhi dari SDIT Al Fikri, juara tiga diraih Seranisiana dari SDN Beji 5.
Sedangkan untuk kelas 4 diraih M Irfan dari SDIT Al Qalam, juara 2 diraih Yuka Michellia, juara 3 diraih Irvan Urane Azis dari SDIF Al Fikri dan juara 1 untuk kelas 5 diraih M. Alief.

Jurnal Depok, Senin (28/3).





5 kelemahan GURU dalam Mengajar

13 02 2011

5 KELEMAHAN GURU DALAM MENGAJAR

Tulisan ini bermaksud untuk mengingatkan kita semua agar terhindar dari kelemahan ini, antara lain :
1. Guru tidak menggunakan RPP sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran. RPP adalah skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Dalam dokumen tersebut tidak hanya berisi kompetensi apa yang akan dicapai tetapi juga memuat secara rinci berapa lama waktu tatap muka dilakukan. Bahkan dirinci pula berapa menit kegiatan awal untuk melaksanakan kegiatan rutin, apersepsi dan penjajagan untuk mengenal bekal awal siswa. Waktu yang digunakan untuk kegiatan inti, dan rincian waktu untuk kegiatan akhir. Dalam RPP juga tercantum secara jelas alat bantu mengajar apa yang diperlukan dan sumber belajar apa yang digunakan. Demikian pula di dalam RPP juga telah dicantumkan rencana kegiatan penilaian yang merupakan upaya untuk mendapatkan umpan balik keberhasilan guru dalam mengajar.Kenyataannya RPP tidak difungsikan, bahkan ada guru yang mengajar tanpa bertpedoman pada RPP. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran tidak terarah.
2. Guru tidak mempersiapkan alat bantu mengajar. Alat bantu mengajar sangat diperlukan untuk membantu guru dalam menjelaskan materi pelajaran, sehingga siswa mengetahui secara nyata melalui benda-benda yang nyata. Dengan alat bantu ini pengetahuan tidak hanya berupa verbal, dan bisa mengatasi kesenjangan komunikasi guru dengan siswa. Kenyataannya guru tidak membawa alat bantu mengajar sehingga yang dilakukan hanyalah ceramah-dan ceramah saja.

Baca entri selengkapnya »





HASIL UASBN 2010

17 06 2010

SELAMAT DAN SUKSES  atas kelulusan siswa/i SDIT AL QALAM.
Nilai tertinggi diperoleh BAGAS DALIYANTO dengan rata-rata 9,2.
Berikut hasil perolehan nilai UASBN :

B.Indonesia:

Terendah : 5,80      Tertinggi : 8,80           Rata-rata : 7,79

Matematika

Terendah : 4,00      Tertinggi : 10               Rata-rata : 8,5

IPA

Terendah : 5, 75       Tertinggi : 9,5            Rata-rata: 7,79








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.